essova

Assalammualaikum….. contact my email : essova_esv@yahoo.com

Awas, patah hati ternyata juga bisa mematikan!

on November 17, 2013

sumber : Awas, patah hati ternyata juga bisa mematikan!

Merdeka.com – Siapa pun yang pernah mengalami patah hati pasti tahu rasanya. Ketika sepertinya mereka seolah ingin mati saja daripada harus merasakan sakit akibat ditinggal kekasih. Namun fenomena ini tampaknya bukan sekedar kiasan yang berlebihan, namun juga bisa terjadi.
Awas, patah hati ternyata juga bisa mematikan!
Sebuah penelitian menemukan bahwa manusia memang bisa mati akibat patah hati. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya angka kemungkinan kematian seorang istri atau suami ketika ditinggal mati oleh pasangannya, seperti dilansir oleh Daily Mail (15/11).

Setelah menganalisis lebih dari 26.000 orang Amerika berusia di atas 50 tahun, peneliti menemukan bahwa ketika ditinggal istri atau suami meninggal, pasangan yang ditinggalkan memiliki kemungkinan meninggal 66 persen lebih tinggi setelah tiga bulan kematian pasangan mereka. Efek patah hati ini bahkan lebih besar pada pasangan yang lebih muda.
1159718055_SadAnimeGirl
Duda atau janda yang ditinggal pasangannya mati memiliki kemungkinan meninggal lebih tinggi dibandingkan orang yang pasangannya masih hidup. Selain itu, efek patah hati yang bisa menyebabkan kematian diketahui paling besar pada tiga bulan pertama setelah pasangan mereka meninggal. 

Penelitian menunjukkan bahwa 50 persen partisipan meninggal dalam jangka waktu tiga bulan setelah kepergian pasangan mereka. Sekitar 26 orang meninggal antara jangka waktu tiga bulan sampai enam bulan setelah ditinggal mati, sementara 44 orang meninggal antara rentang waktu enam bulan hingga 12 bulan setelahnya.

Meski begitu peneliti belum menemukan penyebab pasti mengapa hal ini bisa terjadi. Ketua peneliti Dr S.V. Subramanian menjelaskan bahwa bisa jadi hal ini akibat mekanisme patah hati yang dialami oleh partisipan. Selain itu ada juga anggapan bahwa ketika salah satu pasangan meninggal, pasangan yang ditinggal akan mulai berhenti mengurusi kesehatan dan diri mereka sendiri.

2


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: