essova

Assalammualaikum….. contact my email : essova_esv@yahoo.com

Cerita sedih diakhir tahun 2014 & awal tahun 2015 : Tragedi pesawat AIRASIA QZ8501

on January 6, 2015

diawal tahun saya menulis blog tentang berita duka yg terjadi di negara tercinta saya

crying

Indonesia berduka dgn kecelakaan pesawat airasia QZ 8501 Rute singapura-surabaya, saya pun berduka dan sedih melihat serta mendengar berita ini. berita pesawat jatuh di laut😦 …..ihiikkkssss

pesawat yg di isi dgn 161 orang dan kesemuanya tewas di dalam laut .

sumber : kisah-cinta-pilu-di-balik-tragedi-pesawat-airasia

beberapa kisah yg akan saya rangkum dari beberapa orang yg ditinggalkan oleh mereka yg terkena musibah di tragedi ini :

1. Vemale.com – Semua pihak sungguh sangat dikejutkan dengan berita menyedihkan dari tragedi hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 pada 28 Desember 2014 lalu. Banyak kisah pilu yang terjadi di balik kecelakaan yang menewaskan ratusan orang tersebut. Salah satunya menimpa seorang lelaki bernama Firman.

Firman dan juga tunangannya berniat untuk menghabiskan liburan bersama di Singapura sekaligus menghadiri pertemuan besar dengan perusahaannya. Mereka berencana berangkat pada tanggal 28 Desember 2014, sampai Firman merasa bahwa akan lebih baik jika ia berangkat terlebih dahulu untuk mempersiapkan pertemuan dengan perusahaan. Firman memang merasa takut kurang persiapan karena pertemuan dengan perusahaan ini akan menentukan masa depannya karena itu ia memutuskan untuk berangkat dulu pada tanggal 27 Desember 2014 untuk mempersiapkan diri. Ia berjanji untuk menjemput tunangannya keesokan harinya di bandara.

Firman pun berangkat pada pukul 9 malam dan mendarat dengan selamat pada pukul 22.30. Sebelum berangkat Firman mengirim pesan yang bertuliskan kata sampai jumpa pada tunangannya yang hanya dijawab dengan satu kata yang dingin. Ia merasa bahwa memang tunangannya kesal karena Firman memutuskan untuk berangkat terlebih dahulu.

Pada keesokan paginya Firman terbangun dengan mata yang masih buram. Ia melihat ponselnya dan mendapati satu pesan dari tunangannya. Pesan itu bertuliskan kata-kata “Sampai jumpa, Sayang. Selamanya”. Firman pun jadi kesal karena ia menganggap tunangannya begitu kekanak-kanakan karena tak ia ajak berangkat bersama.

Sampai saat ada sebuah berita yang mengejutkan dari salah satu TV Singapura yang mengabarkan bahwa pesawat yang membawa tunangannya tersebut menghilang. Hati Firman pun serasa hilang. Dari curahan hatinya yang tersebar dalam akun jejaring Path, Firman begitu menyesal dan ia pun berharap bisa mengulang waktu. Andai saja ia berangkat bersama dengan tunangannya, andai ia bisa duduk bersama menikmati kematian yang Tuhan tentukan setidaknya ia tidak akan hidup dengan penuh penyesalan.

27061anime9

2. Keluarga Hilang Bersama AirAsia, Kini Ciara Sebatang Kara

Vemale.com – Raut kesedihan tampak terlihat dari wajah Ciara Natasia. Gadis berusia 15 tahun itu merupakan anggota keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang kontak sejak Minggu 28 Desember.

Mendekap foto keluarganya yang menjadi korban hilangnya AirAsia QZ 850, Ciara warga Perum Nirwana Eksekutif, Surabaya, Jawa Timur, mendatangi Posko Crisis Center PT Angkasa Pura I di Terminal 2 (T2) Bandara International Juanda Surabaya di Sidoarjo, Senin (29/12)

Dia datang bersama kakak orangtuanya, Linda Patrisia dan pengasuhnya sejak bayi, Nana Fariawati. Tanpa bicara, dia terus mendekap foto ayah, ibu, kakak dan adiknya, sembari meneteskan air matanya.

Ayah Natasia adalah Herumanto Tanus, ibunya Indah Juliansih, kakaknya Niko Geovani dan adiknya Justin Geovani. Semuanya berada dalam satu pesawat yang hilang kontak tersebut.

Seperti dilansir dari merdeka.com, Linda menjelaskan jika adiknya (ayah Ciara) pergi ke Singapura untuk menjenguk anaknya yang bersekolah di sana. Pada awalnya dirinya tidak tahu jika adik dan keluarganya menjadi korban pesawat yang hilang kontak tersebut. Kemudian Linda diberitahu oleh anaknya jika dalam pesawat yang hilang tersebut ada pamannya. Akhirnya dia mengecek kebenaran berita tersebut, dan benar jika ada adik, ipar dan keponakannya.

Nana Fariawati, pengasuh ketiga anak Heru menjelaskan jika Ciara datang dari Singapura ke Surabaya saat mendapat kabar peristiwa ini.

Nana juga mengaku, kalau dirinyalah yang selama ini mengasuh ketiga anak majikannya itu sejak masih bayi.

Semoga pesawat lekas ditemukan dan ada kabar melegakan untuk semua keluarga penumpang QZ 850. Semoga keluarga korban segera mendapat kepastian mengenai peristiwa ini, dan semoga mereka tetap diberi kekuatan untuk bertahan, tetap sehat dan kembali merasakan kebahagiaan.

e5897-gambarkartunislami

3. Cucu Korban AirAsia Bermimpi Nenek Berpakaian Pengantin

Vemale.com – Boleh percaya atau tidak bahwa mimpi dapat menjadi pertanda suatu peristiwa yang akan terjadi. Entah itu pada diri sendiri, orang-orang terdekat dengan Anda, atau bahkan orang lain yang tidak pernah Anda kenal sebelumnya (bencana alam, dan lain-lain). Secara mitos orang terdahulu, mimpi dijadikan faktor utama penanda kejadian yang akan dialami di masa mendatang. Sehingga, orang-orang terdahulu sering mengantisipasi terjadinya hal yang tidak menyenangkan.

Berkembangnya teknologi menyebabkan orang jaman sekarang jarang percaya dengan mitos, termasuk mimpi. Mimpi hanya dianggap sebagai bunga tidur dan tidak digubris. Itulah yang terjadi pada cucu salah seorang penumpang korban hilangnya pesawat AirAsia tujuan Surabaya-Singapura, 28 Desember 2014 lalu.

Dilansir oleh merdeka.com , disebutkan bahwa pesawat AirAsia dengan kode penerbangan QZ8501 hilang kontak setelah meninggalkan landasan Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur. Sampai saat ini belum diketahui keberadaan pesawat tersebut.

Menurut kisah oleh Lili, seorang warga Pakuwon Indah, ketika ditemui wartawan di PoskoCrisis Center Terminal 2 Bandara Juanda, keponakannya yang merupakan cucu salah satu korban AirAsia (Jo Indri) mengaku sebelum kejadian naas tersebut berlangsung, dia sempat bermimpi neneknya mengenakan baju pengantin selayaknya hendak menikah. Waktu itu, Lili mencari informasi tentang ibunya di posko tersebut.

“Mama saya berangkat bersama lima anggota keluarga saya yang lain. Ada juga saudara saya, Meiji Tedjakusuma, suaminya Charlie Gunawan dan tiga anaknya.” ucap Lili.

Lili mengaku tidak mendapatkan firasat apapun tentang peristiwa naas yang dialami keluarganya. Karena, kebahagiaan setelah merayakan Natal bersama dengan nonton bioskop.

“Saya tidak ada firasat apa-apa, tapi keponakan saya yang cerita bermimpi Oma-ya (sapaan akrab korban) menemui mereka dengan pakaian sangat indah seperti busana pengantin, semoga ini bukan pertanda buruk.” lanjut cerita Lili sedih.

Namun, takdir berkata lain, kemudian Lili mendapatkan kabar buruk bahwa pesawat yang ditumpangi ibu serta keluarganya yang lain hilang Minggu kemarin. Dia beserta keluarganya langsung menuju bandara guna mencari informasi tentang nasib keluarganya.

Sesungguhnya, kita tidak dapat melawan takdir, baik atau buruk. Tuhan telah memberikan petunjuk melalui tanda-tanda terjadinya sesuatu pada kita untuk membuat kita siap menghadapi segala kemungkinan yang ada, salah satunya melalui mimpi. Bisa jadi berupa peringatan atau petunjuk takdir. Jika Tuhan berkehendak, maka terjadilah semua walaupun manusia ikut campur untuk menghalang takdir buruk. Kita hanya bisa berbuat baik selama hidup untuk bekal di hari akhir. 

Kita doakan saja semoga tim evakuasi mendapat kepastian akan nasib pesawat AirAsia yang hilang kemarin. Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan.

1125856300_Anime_orange

4. Pengakuan Polos Putra Pilot Iriyanto: Ayah Belum Pulang Karena Masih Bekerja

Banyak kisah mengharukan dari keluarga korban, salah satunya adalah keluarga pilot Iriyanto. Sang putra yang masih berusia 8 tahun belum tahu mengenai kecelakaan pesawat yang dikendalikan oleh ayahnya.

“Ayah masih bekerja,”

Dilansir oleh Dailymail.co.uk, Budi Sutiono, saudara pilot Iriyanto mengatakan bahwa putra pilot Iriyanto, Arya Galih Gegara (8 tahun) sering menangis karena kangen dengan sang ayah. Bocah polos tersebut belum tahu tentang kecelakaan pesawat AirAsia yang membawa serta ayahnya. “Dia sering bertanya (kapan ayahnya pulang) dan sering menangis karena kangen ayahnya,” ujar Budi.

Seluruh keluarga memutuskan untuk mematikan televisi agar Arya tidak mendapat berita yang bisa membuatnya trauma. “Pelan-pelan akan kami jelaskan apa yang sudah terjadi pada ayahnya. Tapi hal itu butuh waktu,” lanjut Budi. Sampai saat ini, Arya percaya ayahnya belum pulang karena masih bekerja.

Di sisi lain, putri pilot Iriyanto, Angela Ranastianis (22 tahun) membuat hati banyak orang ikut berduka. Saat pesawat AirAsia masih dinyatakan hilang, Angela menulis status di sosial media bahwa dia ingin ayahnya segera pulang, sebab dia masih membutuhkan sang ayah.

Anak-Anak Yang Membuat Saya Tetap Kuat

Bisa dikatakan, istri pilot Iriyanto menjadi orang yang paling berduka. Widiya Sukati Putri tidak dapat menyembunyikan kesedihannya di depan wartawan dan para tetangga yang datang berbela sungkawa. Walaupun dia tahu kemungkinan paling buruk bisa terjadi, Widiya berusaha tegar dan tabah.

Widiya mengenang sang suami sebagai sosok yang baik. Di luar pekerjaannya, pilot Iriyanto selalu memprioritaskan keluarganya di urutan teratas. Jika tidak sedang bertugas, pilot Iriyanto selalu menghabiskan waktu bersama anak dan istrinya. Widiya mengungkapkan kenangan itu dengan air mata yang membasahi pipinya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: