essova

Assalammualaikum….. contact my email : essova_esv@yahoo.com

CIBODAS [jilid 2] West Java- Indonesia, 12 -13 Februari 2016

on March 5, 2016

Johannes Elias Teijsmann, pendiri kebun raya cibodas

informasi yg jelas bisa di lihat di medsos atau web nya kebun raya cibodas sbb :

https://www.facebook.com/BergtuinTeTjibodas/?fref=ts

https://krcibodas.lipi.go.id/index.php

MENGENAL TENTANG KEBUN RAYA CIBODAS

Kebun Raya Cibodas (Cibodas Botanical Garden), terletak di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango, Desa Cimacan, Cipanas, Cianjur. Topografi lapangannya bergelombang dan berbukit-bukit dengan ketinggian 1.275 m dpl, bersuhu udara 17 – 27 derajat Celcius.

Kebun ini didirikan pada tahun 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann [ lahir di Arnhem, 1 Juni 1808 – meninggal di Buitenzorg (sekarang Kota Bogor), 22 Juni 1882 pada umur 74 tahun) adalah seorang ahli botani berkebangsaan Belanda.

Ia menjabat sebagai Direktur Kebun Raya Bogor pada tahun 1830 dan menghabiskan sisa hidupnya untuk mengembangkan kebun botani tersebut. Pada tahun 1837, Justus Karl Haßkarl (1811-1894) menjadi asistennya. Minat pribadinya terhadap pohon palem menyebabkannya memperkenalkan kelapa sawit ke Hindia-Belanda dari Afrika Barat. Hingga sekarang, tanaman ini amat penting bagi ekonomi di Jawa. Teijsmann juga membuat Kebun Raya Cibodas pada tanggal 18 April 1852 dan membuat Cibodas terkenal dengan koleksi lumut terbanyak di dunia.

 

Teijsmann, melalui perjalanannya, memperkenalkan banyak spesies baru di kebun raya tersebut, seperti Delonix regia (flamboyan), Manihot esculenta (singkong), dan Elaeis guineensis (kelapa sawit). Ia menerbitkan dua katalog dari kebun botani tersebut. Yang pertama ditandatangani oleh Carl Ludwig Blume (1789-1862) memuat 914 spesies dan yang kedua memuat 2.800 spesies] sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor pada lokasi di kaki Gunung Gede. Dengan curah hujan 2.380 mm per tahun dan suhu rata-rata 18 derajat Celsius, kebun botani ini dikhususkan bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika, seperti berbagai tumbuhan runjung dan paku-pakuan.

Tumbuhan koleksi

Kebun Raya Cibodas (KRC) dimaksudkan sebagai tempat koleksi ex situ (di luar habitat) bagi tumbuh-tumbuhan tropis basah dataran tinggi. Termasuk dalam koleksinya adalah berbagai jenis pohon besar yang dilindungi seperti tusam dan tumbuhan runjung, tumbuhan paku pegunungan, hutan kaliandra, hutan alam dan terdapat pula air terjun.

IMG_20160212_143647

gunung gede pangrango yang di selimuti kabut tebal

Taman Lumut Cibodas

Koleksi yang paling khas dari KRC adalah Taman Lumut Cibodas yang memiliki 216 jenis lumut dan lumut hati dari berbagai sudut Indonesia dan dunia. Dengan luas 2500m persegi, taman ini diklaim sebagai satu-satunya di dunia yang terletak di luar ruangan dan memiliki koleksi terbanyak.

(sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kebun_Raya_Cibodas)

 

IMG_20160213_082926

jejeran gunung gede pangrango yang mulai diselimuti kabut tebal

Kebun Raya Cibodas (KRC or the Cibodas Botanical Gardens) is a 84.99 hectares (210.0 acres) botanical garden on the slopes of Mount Gede, located in the Cibodas subdistrict of West Java, Indonesia. It is operated by the Indonesian Institute of Sciences (LIPI).

The garden was founded in 1852 by the Dutch botanist Johannes Elias Teijsmann as a branch of the Bogor Botanical Gardens, and its layout was completed under Rudolph Scheffer in later years. The gardens were built at a high altitude, allowing the growth of subtropical plants. The garden is approximately 1,300–1,425 metres (4,265–4,675 ft) above mean sea level, with an average temperature across the year of 20.06 °C, and an average humidity of 80.82%.

The gardens are the first place that Cinchona trees were grown in Indonesia for quinine production in 1854. The trees was originally brought to Java by Justus Carl Hasskarl from South America and was successfully experimented in the garden. Plants which are exotic to Indonesia, such as Eucalyptus from Australia, Conifers from Europe, and others are cultivated in the area.

IMG_20160213_111331

Collection

There are approximately 10,792 living specimens in the garden, including 320 orchids, 289 cacti, 22 succulent plants, 216 algae, 103 ferns, and 1162 garden plant species that live within the proximity of the botanic garden. Only 114 of the plant species present in the garden are native to West Java. Its herbarium contains approximately 4,852 preserved specimens of plants.

The collections are divided into outdoor and indoor sections. The indoor section houses plants within glasshouses, including cacti and orchids. The outdoor section is divided into a sakura garden, algae garden, rhododendron garden, fern garden, and medicine garden.

In April 2014, the botanic garden opened a new section, the House of Nepenthes (Rumah Kantung Semar), containing 55 species and 47 hybrid species of nepenthes.

(sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Kebun_Raya_Cibodas)
IMG_20160212_183227

buku pedoman tentang cibodas begitu masuk gerbang kedua bayar tiket dikasih pula dengan buku pedoman ini

diatas saya membahas sedikit mengenai data ilmiah yang saya dapat dari beberapa sumber. sekarang saya akan menulis berdasarkan versi saya sendiri. maaf ada sedikit perbedaan judul dengan apa yg saya posting. karena dijudul saya menulis tgl 12-13 februari 2016 tapi saya baru posting tulisan hari ini tgl 5 maret 2016. cukup jauh memang jeda dan jaraknya, tapi memang baru sempet nulis hari ini karena ada kesibukan yg meyita saya untuk menulisde73f-preview-2-5ef201e27066cfec5e43004c94a1c46b

IMG_20160213_075531

haiiii….selamat pagi…..it’s me again😀

kali ini saya bikin judul cibodas jilid 2, karena sebelumnya saya sudah pernah nulis tentang cibodas juga. cuma beda nya jilid pertama saya datang ke cibodas karena hanya liburan keluarga biasa saja menikmati udara pegunungan puncak. kalau cibodas jilid 2 kali  ini saya datang punya tujuan besar yakni ingin meyaksikan “bunga sakura mekar & bunga bangkai mekar”

kedua nya sangat istimewa & spesial. yang satu tumbuhan asli indonesia dan yang satu nya lagi bukan asli indonesia tapi bisa tumbuh di tanah indonesia. yang pertama “bunga sakura/ familia Rosaceae“, bunga ini bukan endemik atau bukan asli indonesia tapi bisa tumbuh dengan baik di indonesia yakni tumbuh di kebun raya cibodas. kemudian yang kedua adalah “bunga bangkai/Amorphophallus titanum Becc”. bunga bangkai ini merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatera, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia. jadi ini bunga asli indonesia yang hanya tumbuh di indonesia tidak ada di negara lain. so….istimewa kan? dan saya senang bisa jadi salah satu saksi mata yang menyaksikan keistimewaan mereka berdua.

awalnya saya mendapat informasi berita nya dari pengurus kebun raya cibodas itu sendiri dari internet, berikut berita yang saya baca yg akhir nya membuat saya ingin tahu dengan datang menyaksikannya :

  1. Penantian 16 tahun, Akhirnya Mekar Juga
  2. Bunga Sakura Kebun Raya Cibodas

untuk bisa banyak meyaksikan dan menikmati dengan puas saya ambil weekday karena kalau weekend itu rame pengunjung. jadi kalau sepi begini kan serasa kebun milik sendiri bisa puas….hehehe😀

IMG_20160212_122610

betul saja saya datang kebun raya ini sepi pengujung, paling hanya beberapa pengunjung saja. puas? tentu saja karena ini memang yg saya cari. perjalanan dimulai hari jumat pagi menjelang siang yakni sekitar jam 9 an. menyusuri tol jagorawi hujan mulai menemani. keluar tol ciawi lancar jaya ga macet, alhamdulilah…beda kalau weekend atau long weekend wah….macet nya itu ampun deh. kalau weekday ini paling macet menjelang pasar , lepas pasar lancar selancarnya. menjelang puncak pas…wuihhh kabut mulai turun sampai pemandangan gelap ga kelihatan. saya dengan teman-teman ambil keputusan untuk menepi sambi sholat jumat menunggu sampai kabut tebal mereda. saya pikir ga mau ambil resiko yang berbahaya. dinginnya? jangan tanya…dingin booo karena angin nya juga tertiup dengan kencang😀😛

kali ini saya berkesempatan untuk menginap di dalam area kebun raya cibodasnya. awalnya saya pikir kebun raya cibodas ini tidak menyediakan penginapan untuk para pengunjung, karena penasaran saya mencari informasi di internet tentang penginapan dikebun raya cibodas. ternyata ada😀 …..senang nya😉 . berikut saya akan kasih link nya kalau mau melakukan reservasi :

https://krcibodas.lipi.go.id/reservasi/

jadi lah saya melakukan reservasi penginapan untuk hari itu 2 hari 1 malam tgl 12-13 februari 2016 itu😉. reservasi hanya bisa dilakukan melalui online atau e-reservasi. jadi saya harus register dulu baru nanti bisa melakukan e-reservasi. registernya by web itu juga. untuk masalah pembayaran hanya bisa dilakukan by debit BNI dan tidak bisa pakai kartu kredit😀

untuk didalam area kebun raya cibodas tidak memperkenankan mobil berkeliling di waktu weekend tapi kalau weekday masih boleh diperkenankan. bisa dibayangkan kalau jalan kaki meyelusuri kebun raya cibodas ini seluas 8 hektar plus naik turun

IMG_20160212_143100

penginapan menyediakan sabun mandi , sampoo, sikat gigi beserta odol/pasta gigi nya😉 untuk pengunjung

kemajuan tapi masih ada kekurangan, tidak apalah yang penting sudah ada kemajuan sedikit. begitu akan melakukan pembayaran tidak dikasih tau berapa no rek di sistemnya itu, tapi jangan kuatir anda bisa meng-contact no tlp yang tercantum disitu dan bisa menanyakan disitu berapa no rek nya. respon nya cepet kok😉

begitu saya tanya kenapa sistemnya setengah-setengah jalannya, dan pihak setempat mengatakan mereka masih belajar…so gpp namanya jg baru belajar…hehehhee…jangan di hina😛 . selain ada no contact nya ada alamat e-mail juga, respon reply an nya juga cepet. jadi sebelumnya saya banyak nanya by email, waktu itu saya iseng plus penasaran email ke KRC ini sekitar jam 10 an malam kemudian di reply sekitar jam 11 an malam, ga nunggu besok jawaban nya😀

OK…sekarang kita bahas tujuan saya datang ke sini

Penantian 16 tahun, Akhirnya Mekar Juga

Amorphophallus titanum (from Ancient Greek amorphos, “without form, misshapen” + phallos, “phallus”, and titan, “giant”), known as the titan arum, is a flowering plant with the largest unbranched inflorescence in the world. The titan arum’s inflorescence is not as large as that of the talipot palm, Corypha umbraculifera, but the inflorescence of the talipot palm is branched rather than unbranched.

blog 12

kalau yg kanan dokumentasi kebun raya cibodas, sedangkan yg kiri milik saya sendiri. bunga bangkai ini mekar tgl 7 maret 2016

Due to its odor, which is like the smell of a rotting animal, the titan arum is characterized as a carrion flower, and is also known as the corpse flower, or corpse plant (Indonesian: bunga bangkai – bunga means flower, while bangkai can be translated as corpse, cadaver, or carrion). For the same reason, the title corpse flower is also attributed to the genus Rafflesia which, like the titan arum, grows in the rainforests of Sumatra, Indonesia.

Amorphophallus titanum is native solely to western Sumatra, (some claims of appearance in Cabanatuan City, Philippines have not yet been confirmed) where it grows in openings in rainforests on limestone hills. The plant is cultivated by botanic gardens and private collectors around the world.

lipi 2

diambil dari dokumentasi kebun raya cibodas…salah seorang staff KRC sedang mengukur ketinggiannya si bunga bankai yg mekar tgl 7 maret 2016

The titan arum’s inflorescence can reach over 3 metres (10 ft) in height. Like the related cuckoo pint and calla lily, it consists of a fragrant spadix of flowers wrapped by a spathe, which looks like a large petal. In the case of the titan arum, the spathe is a deep green on the outside and dark burgundy red on the inside, with a deeply furrowed texture. The spadix is hollow and resembles a large loaf of French bread. Near the bottom of the spadix, hidden from view inside the sheath of the spathe, the spadix bears two rings of small flowers. The upper ring bears the male flowers, the lower ring is spangled with bright red-orange carpels. The “fragrance” of the titan arum resembles rotting meat, attracting carrion-eating beetles and flesh flies (family Sarcophagidae) that pollinate it. The inflorescence’s deep red color and texture contribute to the illusion that the spathe is a piece of meat. During bloom, the tip of the spadix is approximately human body temperature, which helps the perfume volatilize; this heat is also believed to assist in the illusion that attracts carcass-eating insects.

Both male and female flowers grow in the same inflorescence. The female flowers open first, then a day or two following, the male flowers open. This usually prevents the flower from self-pollinating.

After the flower dies back, a single leaf, which reaches the size of a small tree, grows from the underground corm. The leaf grows on a somewhat green stalk that branches into three sections at the top, each containing many leaflets. The leaf structure can reach up to 6 metres (20 ft) tall and 5 metres (16 ft) across. Each year, the old leaf dies and a new one grows in its place. When the corm has stored enough energy, it becomes dormant for about four months. Then, the process repeats.

 The corm is the largest known, typically weighing around 50 kilograms (110 lb). When a specimen at the Princess of Wales Conservatory, Kew Gardens, was repotted after its dormant period, the weight was recorded as 91 kilograms (201 lb). In 2006, a corm in the Botanical Garden of Bonn, Germany was recorded at 117 kilograms (258 lb).

The titan arum grows in the wild only in the equatorial rainforests of Sumatra, Indonesia. It was first scientifically described in 1878 by Italian botanist Odoardo Beccari. The plant flowers only infrequently in the wild and even more rarely when cultivated. It first flowered in cultivation at the Royal Botanic Gardens at Kew in London, in 1889, with over 100 cultivated blossoms since then. The first documented flowerings in the United States were at New York Botanical Garden in 1937 and 1939. This flowering also inspired the designation of the titan arum as the official flower of the Bronx in 1939, only to be replaced in 2000 by the day lily. The number of cultivated plants has increased in recent years, and it is not uncommon for there to be five or more flowering events in gardens around the world in a single year. The titan arum is more commonly available to the advanced gardener due to pollination techniques.

lipi 3

diambil dari dokumentasi milik pihak kebun raya cibodas dan orang-orangnya adalah staff kebun raya cibodas karena orang diluar KRC dilarang masuk mendekati bunga bangkai, mekar tgl 7 maret 2016

The popular name “titan arum” was invented by the broadcaster and naturalist Sir David Attenborough for his BBC series The Private Life of Plants, in which the flowering and pollination of the plant were filmed for the first time. Attenborough felt that constantly referring to the plant as Amorphophallus on a popular TV documentary would be inappropriate.

In 2003, the tallest bloom in cultivation, some 2.74 m (8 ft 11 in) high, was achieved at the Botanical Garden of the University of Bonn in Germany. The event was acknowledged by Guinness World Record.[6] On 20 October 2005, this record was broken at the botanical and zoological garden Wilhelma in Stuttgart, Germany; the bloom reached a height of 2.94 m (9 ft 6 in). The record was broken again by Louis Ricciardiello, whose specimen measured 3.1 m (10 ft 2.25 in) tall on 18 June 2010, when it was on display at Winnipesaukee Orchids in Gilford, New Hampshire, USA. This event, too, was acknowledged by Guinness World Records.

In cultivation, the Titan Arum generally requires 7–10 years of vegetative growth before blooming for the first time. After its initial blooming, there can be considerable variation in blooming frequency. Some plants may not bloom again for another 7–10 years while others may bloom every two to three years. There have also been documented cases of back-to-back blooms occurring within a year and corms simultaneously sending up both a leaf (or two) and an inflorescence. There has also been an occasion when a corm produced multiple simultaneous blooms.

The spathe generally begins to open between mid-afternoon and late evening and remains open all night. At this time, the female flowers are receptive to pollination. Although most spathes begin to wilt within twelve hours, some have been known to remain open for 24–48 hours. As the spathe wilts, the female flowers lose receptivity to pollination.

Self-pollination is normally considered impossible, but in 1999, Huntington Botanical Garden botanists hand-pollinated their plant with its own pollen from ground-up male flowers. The procedure was successful, resulting in fruit and ten fertile seeds from which several seedlings eventually were produced.[14] Additionally, a Titan Arum at Gustavus Adolphus College unexpectedly produced viable seed through self-pollination in 2011.

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Amorphophallus_titanum
FB_IMG_1455024432048

si bunga bangkai /  amorphophallus titanium becc …ternyata bunga bangkai ini beda dengan yang nama nya rafflesia arnoldi..tunas pertama yg sudah mekar..jangan harap bisa mencium wewangian seperti bunga mawar, ya…namanya bunga bangkai sudah pasti bau nya nga enak😀😛

ini dia yang menjadi kebangga bangsa indonesia sekaligus saya bangga menjadi salah satu saksi mata yg bisa melihat langsung bagaimana bunga bangkai tumbuh dan mekar.

CYMERA_20160213_160247

saya bisa mengabadikan di bunga bangkai dibelakang saya itu😉 …..tunas ke-2 yang akan mekar

kenyataannya bungkai bangkai bisa seperti ini tidaklah mudah, karena nya pihak kebun raya cibodas menantikan perkembangan sibunga bangkai ini sampai makan waktu 16 tahun…wawwww….fantastisc3409-spl1412738126

IMG_20160212_163237

tunas ke 3 yang muncul dari dalam tanah…masih baby

untungnya untuk menuju ke area bunga bangkai ini tidak jauh dari penginapan saya bermalam, kalau jalan kaki cuma 1-2 menit. sepanjang perjalanan pemandangannya bagus, bisa melewati rumah kaca yg isi nya tumbuhan kaktus yg bagus-bagus dll.

IMG_20160212_162938

 

IMG_20160212_162953

diberikan jaring kasa bukan semata untuk menghalau lebah atau serangga lainya, melainkan menghalau ulah manusia yang sebelum di bunga pertama dilempar kan batu oleh pengunjung yg tidak bertanggung jawab hingga menyebabkan tunas tingginya mengalami kebengkok an

next SPOT

bunga sakura di kebun raya cibodas

IMG_20160213_090541

pohon sakura ini dilihat dari kejauhan sudah terlihat pink/merah muda karena sebenarnya itu adalah pucuk bunga sakura semua bahkan daunnya pun tidak ada satupun. karena fase nya bunga sakura begitu menggugurkan daun nya kemudian disusul bunga nya yg bermekaran

pohon sakura ternyata ditanamnya disebar ke seluruh area kebun raya cibodas. memang ada spot di khusus taman bunga sakura. tapi sayangnya justru di taman bunga sakuranya sendiri tidak ada yg mekar. saya beruntung bisa menemukan bunga sakura mekar di dekat dengan penginapan, tidak banyak yg mekar hal ini dijelaskan pihak kebun raya cibodas ditahun ini banyak mengalami curah hujan yg berlebihan sehingga banyak  pucuk bunga yang membusuk dan akhir nya rontok.

CYMERA_20160213_132508

nah kan istimewa….habitat aslinya di gunung himalaya😉

dikebun raya cibodas ini sakura ternyata bisa berbunga 2 kali dalam satu tahun, yaitu sekitar bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus, suatu hal yang sungguh menakjubkan. Bunga ini  mekarnya bisa bertahan sekitar 4 hari. Masa yang diperlukan sejak tumbuh kuncup hingga gugur bunga adalah sekitar 1 minggu.

IMG_20160212_160007

pohon sakura yg ada disamping penginapan, selfie pake payung bukan karena gaya😛 tapi karena sedang hujan deras😀

P_20160212_151240

begitu sampai di penginapan saya langsung “tagih” dimana bunga sakura, ternyata salah seorang pihak kebun raya cibodas memberikan brefing gratis menjelaskan si bunga sakura yg ada di samping penginapan  kami akan bermalam😀 …..”ga perlu jauh-jauh…ujar beliau”😀

Berdasarkan data dari index kwensis ternyata didunia ini ada 308 jenis Sakura, tetapi menurut Kepala Seksi Konservasi ex-situ Nanang Suryana, S.S., di Kebun Raya Cibodas baru memiliki 7 jenis Sakura yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp, Prunus arborea dan Prunus costata. Di Sakura Garden untuk sekarang ini baru terdapat 5 jenis Sakura yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana dan Prunus sp, sedangkan jenis yang dikoleksikan untuk saat ini ada tiga jenis yaitu Prunus arborea dari Java, Prunus costata dari Irian/ Papua dan Prunus cerasoides dari Himalaya.

IMG_20160212_152141

Prunus cerasoides adalah jenis Sakura tertua yang terdapat di Cibodas yaitu ditanam pertama kali tanggal 13 Mei 1971 dan sekarang berada di vak XX.B. 21 a,b, sedangkan untuk Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp berasal dari Hatta pada tahun 2002. Sakura Garden sendiri dibuat pada Maret 2007 – Desember 2007 dengan luas 6.647 m2 dan dibuat untuk memperkaya taman tematik yang ada di Kebun Raya Cibodas.

IMG_20160212_152242

bunga sakura yg bisa saya temui dikebun raya cibodas

            Saat ini Kebun raya Cibodas memiliki lebih sekitar 435  pohon baik yang koleksi maupun yang non koleksi. Banyak pertanyaan mengenai tanaman unik ini, seperti: ”kok bisa ya Sakura hidup di Indonesia?”, ”Kok bisa ya Sakura berbunga 2 kali dalam satu tahun di Indonesia?”. Pertanyaan-pertanyaan yang sering saya jumpai saat saya mengantar tamu untuk berkeliling Cibodas pada umumnya dan melihat cantiknya bunga Sakura pada khususnya. Menurut kurator Rosaceae, ternyata hal ini disebabkan karena Kebun Raya Cibodas memiliki ketinggian yang hampir sama dengan habitat asli dari Sakura. Selain itu kontur tanah dan cara perawatan serta iklim itu juga yang mungkin menyebabkan terjadinya pembungaan Sakura bisa terjadi 2 kali dalam satu tahun.

sumber : https://krcibodas.lipi.go.id/sakura.php

IMG_20160212_152118

IMG_20160212_152615

IMG_20160212_152413

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMG_20160212_152257

pagi di kebun raya cibodas begitu menyegarkan. sekeliling penginapan di temani dengan pohon-pohon besar menjulang tinggi plus nyanyian burung berkicau begitu merdunya. pagi ini saya akan hunting air terjun yg ada dikebun raya cibodas.

IMG_20160213_064121

jalan setapak di belakang saya itu menggunakan bebatuan kalau basah bisa licin…otw curug……😉

IMG_20160213_065552

yeaayyy….menuju “air terjun CIISMUN”😀 yg arah panah kanan dibawah itu asal kami dari penginapan

air terjun yg ada di sini bukan cuma 1 tapi lebih dari itu. menurut pihak kebun raya cibodas ada air terjun dekat penginapan kami yg debit air nya lebih banyak namun akses menuju ke air terjunnya lebih susah dan terjal apalagi abis hujan dan terus turun hujan membuat akses jalannya jadi licin. lama perjalananan mungkin cuma 10-15 menit saja dari penginapan ke air tejun ciismun ini.

IMG_20160213_070854

IMG_20160213_072035

IMG_20160213_071455

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

walaahh……cantik kan air terjun nya, air terjun nya kebayang dinginnya kayak air es😀. kalau udah di lokasi begini siap-siap baju dan semua nya basah. biarpun ga berendam karena hempasan air yg jatuh menyebar kemana-mana kebawa angin😉

IMG_20160213_070749

berdiam diri selama 1 jam menghilangkan rasa penasaran dan puas, untung nya cuma yg ada disitu cuma rombongan saya tanpa ada rombongan lain serasa air terjun milik sendiri…wooowwww……d3405-smile5b15d

NEXT SPOT…..bonus place for me

selama saya berkeliling tidak mendapatkan tempat seperti ini, surga nya para wanita😀 kalau ada yg menemukan di tempat lain di area KRC…so u lucky😉

IMG_20160213_110546

di hamparan bunga “pecah seribu/Hydrangea”…serasa menikamati musim semi di kebun raya cibodas

spot ini dengan kebetulan lagi dekat dgn penginapan saya bermalam, jadi kalau mau masuk maupun keluar pergi dari penginapan selalu melewati spot ini….

waallaaaaaaa

IMG_20160213_110534

so selamat menikmati liburan di kebun raya cibodas yaaa……dan bertemu lagi di tulisan jalan-jalan saya lagi  yaaaa………………..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: