essova

Assalammualaikum….. contact my email : essova_esv@yahoo.com

<— spesial moment Hari ini GERHANA MATAHARI TOTAL / a total solar eclipse

on March 9, 2016

Hari ini untuk indonesia merupakan hari yg bersejarah dan hari yg berkesan yakni :

  1. Hari ini bertepatan dengan meyambutnya “hari raya nyepi” bagi umat Hindu

  2. Hari ini terjadi “gerhana matahari total” yang banyak terjadi di wilayah indonesia

  3. Karena bertepatan dengan hari nyepi itu maka nya saya liburditanggal merah ini dan bisa menulis kembali di sini

Diawal saya akan membahas tentang point pertama yakni hari raya nyepi dulu. Hari raya nyepi banyak diperingatin di pulau dewata yakni bali karena memang mayoritas penduduknya adalah beragama hindu. Mereka melakukan nyepi selama 24 jam tanpa beraktifitas menyepi di dalam rumah. Maka nya jangan heran kalau di hari nyepi itu semua suasana menjadi lenggangan tidak ada orang yg keluar rumah kecuali pecalang yakni pertugas keamaannya yg mengamankan perayaan nyepi, bahkan bandara internasional ngurah rai pun dilarang menerbangkan pesawat dari maupun menuju ke bali. Sepi…se sepi nya

Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.

Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.

Pada hari ini umat Hindu melaksanakan “Catur Brata” Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi.

Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam tahun baru Caka pun, dasar ini dipergunakan, sehingga semua yang kita lakukan berawal dari tidak ada,suci dan bersih. Tiap orang berilmu (sang wruhing tattwa jñana) melaksanakan brata (pengekangan hawa nafsu), yoga (menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan)), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadi (manunggal kepada Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah kesucian lahir batin).

Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu agar memiliki kesiapan batin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan pada tahun yang baru.

https://id.wikipedia.org/wiki/Nyepi

 point ke 2, yakni tentang “GERHANA MATAHARI TOTAL” yang hanya ada di indonesia

Gerhana Matahari Total akan melintas di 12 provinsi di Indonesia pada 9 Maret. Indonesia merupakan negara satu-satunya yang dapat menikmati Gerhana Matahari Total.

blog 13

Apa itu gerhana matahari ?

Gerhana matahari merupakan peristiwa di mana posisi Bulan, Matahari dan Bumi sejajar dan berada pada garis lurus.

Saat itu Bulan akan melintas diantara Matahari dan Bumi, untuk beberapa waktu cahaya Matahari ke Bumi akan terhalang bayangan Bulan. Ketika fase total itu terjadi bulan menutupi Matahari, akan tampak corona Matahari akan tampak seperti menjulur dari pinggir bagian yang ditutupi Bulan.

Gerhana Matahari dapat dilihat di mana saja?

Gerhana matahari Total pada 9 Maret mendatang akan terjadi di Samudra Hindia dan berakhir di Lautan Pasifik dekat dengan Hawaii AS. Indonesia merupakan satu-satunya negara yang dapat menikmati gerhana Matahari Total di wilayah daratan.

Di Indonesia gerhana matahari Total akan melintasi 12 provinsi; mulai dari Sumatera Barat (Pulau Pagai Selatan), Sumatra Selatan (Palembang), Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung (Tanjung Pandan), Kalimantan Tengah ( Palangkaraya ), Kalimantan Timur (Balikpapan), Kalimantan Barat , Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah (Palu, Poso, Luwu), Maluku Utara (Ternate dan Maba). Tetapi jalur totalitas gerhana tidak melalui semua kota di provinsi.

Bagi Anda di luar wilayah tersebut dapat menikmati gerhana Matahari meski tidak total yaitu Medan (77,6%), Denpasar (76.44%), Makassar (88,54%), Jayapura (73.79%). Sementara untuk Anda di Jakarta dan pulau Jawa akan menyaksikan gerhana matahari sekitar 50-60 persen.

Negara- negara di kawasan Asia Tenggara juga dapat menikmati gerhana matahari sebagian.

Pemantauan Gerhana Matahari membutuhkan kondisi cuaca yang cerah dan lokasi dengan jangkauan pandangan yang luas, tanpa terhalang gedung yang tinggi dan pepohonan yang lebat. Yang paling cocok adalah di lapangan terbuka dan juga di tepi pantai.

Kapan gerhana matahari mulai terjadi ?

Gerhana Matahari akan terjadi selama dua sampai tiga jam. Tetapi Gerhana Matahari mencapai fase penuh hanya selama satu setengah sampai tiga menit. Di wilayah bagian barat Indonesia gerhana mulai terjadi pagi hari, mulai pukul 06.20 WIB, dan mencapai puncak gerhana pada 07.25 WIB. Gerhana Matahari akan berakhir pada pukul 08.35 WIB.

blog 14

Sementara di wilayah tengah Indonesia Gerhana Matahari Total akan terjadi pada pukul 07.25 WITA, dan wilayah timur pada 08.36 WIT.

Berapa lama gerhana matahari total terjadi? Di wilayah yang menjadi pusat jalur gerhana, fase gerhana matahari total akan terjadi di Seai, Pulau Pagai Selatan Sumatera Barat, selama 1 menit 54 detik, dan yang paling lama yaitu di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, yaitu 3 menit 17 detik. Lalu berakhir di Samudra Pasifik dan Papua Nugini, selama 4 menit 9 detik.

Apakah cahaya matahari saat gerhana menimbulkan kebutaan?

Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional LAPAN, Thomas Djamaluddin, melihat gerhana matahari total dapat menimbulkan kebutaan merupakan mitos modern. Yang benar adalah cahaya Matahari sehari-hari dan ketika gerhana sama-sama berbahaya, untuk itu jangan melihat Matahari secara langsung karena dapat membahayakan mata, yaitu retina bisa rusak.

Dan jika Anda menatap sinar matahari dengan jangka waktu yang lama akan menimbulkan kerusakan pada retina yang disebut dengan solar retinopathy. Gejalanya adalah titik-titik hitam pada pandangan mata Anda, dan itu sulit untuk dipulihkan.

Penyebabnya bisa jadi ketika fase total saat gerhana Matahari total terjadi, pupil mata membesar untuk menangkap cahaya sebanyak mungkin karena suasana yang gelap. Tetapi ketika fase total berakhir dan bulan mulai bergeser, cahaya matahari akan terang kembali dan saat itu yang membahayakan mata.

Bagaimana cara melihat Gerhana Matahari dengan aman?

Anda dapat menikmati gerhana Matahari dengan menggunakan kacamata khusus yang bisa mereduksi cahaya sampai 100.000 kali.

Selain itu proyeksi lubang jarum dapat digunakan untuk melihat gerhana Matahari total. cara membuatnya; sediakan dua kertas HVS lalu lubangi salah satunya dengan jarum. Kemudian letakkan sejajar, satu menghadap Matahari, Anda akan melihat pantulan matahari di bagian kertas yang lainnya.

Ketika fase total terjadi, gerhana dapat dilihat dengan mata telanjang, tetapi hanya beberapa menit saja.

Alat lain yang dapat digunakan untuk melihat gerhana yaitu kacamata hitam atau rol film untuk foto, dan juga bekas foto rontgen serta bagian dalam disket. Tetapi perlu diingat alat-alat tersebut hanya dapat digunakan untuk melihat gerhana dengan waktu yang tidak terlalu lama.

Cara lain yang dapat digunakan adalah melihat pantulan matahari di dalam ember ataupun kolam. Atau yang paling aman Anda dapat menyaksikan siaran langsung gerhana Matahari total melalui situs internet, antara lain milik Observatorium Boscha Bandung.

Kapan Gerhana Matahari Total terjadi lagi di Indonesia?

Gerhana Matahari Total sudah beberapa kali terjadi di wilayah Indonesia selama sebelum 2016 yaitu ;

  • 24 Oktober 1995,

  • 18 Maret 1988,

  • 22 November 1984,

  • dan 11 Juni 1983.

Gerhana Matahari Total akan kembali terjadi di Indonesia setelah 2016 ini adalah :

  • 20 April 2042

  • dan 12 September 2053.

Tetapi wilayah Indonesia akan dilintasi oleh Gerhana Matahari Cincin dan Total secara bersamaan pada :

  • 20 April 2023

  • dan 25 November 2049.

 Sumber : http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160306_indonesia_gerhana

 

Seperti Apa Perilaku Lumba-lumba Ketika Gerhana?

JAKARTA, KOMPAS.com — Gerhana matahari total yang terjadi pagi ini, Rabu (9/3/2016), turut memengaruhi perilaku satwa, salah satunya lumba-lumba.

Hal ini terlihat dalam kegiatan pengamatan lumba-lumba yang digelar di Taman Impian Jaya Ancol di Ocean Dream Samudra, Jakarta.

Pengamatan ini dilakukan sebelum gerhana matahari terjadi hingga gerhana matahari selesai. Berdasarkan pengamatan Kompas.com, pada saat proses gerhana, lumba-lumba berenang lebih tenang. Namun, tidak ada aktivitas aneh atau berbeda dari biasanya. Lumba-lumba lebih banyak menyembunyikan diri di dasar kolam hingga 2-3 meter. Nyaris tidak ada aktivitas menyemburkan udara dan lumba-lumba jarang naik ke permukaan untuk bernapas. Peneliti Biodiversitas dan Oseanografi LIPI Hagi Yulia Sugeha mengatakan, perubahan perilaku tidak signifikan disebabkan gerhana matahari yang terjadi di Jakarta bukan gerhana matahari total.

“Gerhananya tidak total, jadi tidak terlalu terlihat,” kata Yulia.

Selain itu, lumba-lumba yang ada di Ocean Dream Samudra tidak berada di habitat asalnya sehingga perubahan perilakunya tidak signifikan.

“Mungkin kalau di laut terbuka kita bisa lihat lumba-lumba dan spesies lainnya akan menjauh dari permukaan laut dan berenang ke dalam,” kata Yulia.

Dia juga menyampaikan, idealnya pengamatan terhadap lumba-lumba dilakukan di laut terbuka. Namun, biaya untuk pengamatan di laut terbuka ini tergolong mahal. Menurut dia, lumba-lumba yang berubah menjadi tenang ketika gerhana berlangsung disebabkan hewan itu merasa takut.

“Pengaruh gravitasi saat gerhana dapat memicu hormon yang menyebabkan hewan stres, tetapi ini sangat normal,” ujar Yulia.

Empat lumba-lumba yang diamati adalah spesies Hidung Botol Indo-Pasifik atau Tursiops aduncus. Kegiatan ini dihadiri beberapa pelajar Sekolah Rakyat Ancol dan Komunitas Teens Go Green. Para pengunjung antusias melihat atraksi lumba-lumba yang lincah.

Gerhana Matahari, Air Laut di Pantai Bengkulu Menyusut Sekitar 400 Meter

KOMPAS.com — Sesaat sebelum dan sesudah gerhana matahari, air laut di pesisir Bengkulu surut sekitar 400 meter.

Dedi, warga Malabero, menceritakan, ia saat itu bermain ke tepi pantai sambil menunggu gerhana matahari. Namun, ia melihat air laut secara mendadak surut sejauh itu.

“Saya melihat beberapa kapal nelayan yang sandar seperti terdampar, tak ada air di bawah kapal. Selain itu, terumbu karang juga terlihat,” kata Dedi, Rabu (9/3/2016).

Peristiwa surutnya air laut tersebut sempat menjadi perhatian warga. Banyak warga yang berlari ke tengah pantai, ke arah area yang surut.

Usai gerhana matahari, beberapa puluh menit kemudian, kondisi air kembali normal. Kejadian ini sempat diabadikan oleh sejumlah warga.

Sementara itu, BMKG Fatmawati, Bengkulu, belum mampu menjelaskan saat dikonfirmasi mengenai gejala tersebut. “Maaf, kami tidak ada di lokasi kejadian. Nanti kami cek, ada gejala apa ini,” ujar staf BMKG saat dikonfirmasi via telepon.

Sumber : http://lipsus.kompas.com/gerhana/read/2016/03/09/11324581/Gerhana.Matahari.Air.Laut.di.Pantai.Bengkulu.Menyusut.Sekitar.400.Meter

 

Selama Gerhana, Gempa Terjadi Dua Kali

JAKARTA, KOMPAS.com — Deputi Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Masturyono menuturkan, gempa terjadi dua kali saat fenomena gerhana matahari total (GMT) berlangsung.

Gempa tersebut terjadi di dua titik, yaitu di Laut Banda dengan magnitudo 4,1 dan di Laut Sulawesi dengan magnitudo 4,2. (Baca: Mengintip Gerhana di Jakarta Melalui Empat Teleskop PP Iptek) “15 menit berselang satu dengan lainnya,” kata Masturyono di Kantor BMKG Pusat, Jakarta, Rabu (9/3/2016). Namun, dia memastikan, gempa di dua daerah tersebut tidak berkaitan dengan gerhana matahari. Meskipun demikian, Masturyono mempersilakan para peneliti jika ingin mempelajari keterkaitan antara gempa dan gerhana matahari. (Baca: Ini yang Diamati Peneliti LIPI dari Sejumlah Hewan Saat Gerhana)

“Karena untuk melihat hubungan yang sebenarnya harus ada penelitian yang jelas,” imbuhnya.

Ia menambahkan, jarak waktu dari sejak proses GMT dimulai hingga gempa terjadi adalah satu jam lebih.

Adapun GMT bisa dilihat di 12 wilayah provinsi, yaitu Bengkulu (Muko-Muko), Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Sementara itu, kota-kota besar yang menjadi tempat untuk melihat GMT adalah :

NAMA KOTA

WAKTU TERJADINYA GERHANA TOTAL

1.       PALEMBANG

Durasi selama 1 menit 52 detik, jam 07.20 WIB

2.       BANGKA BELITUNG

 Durasi selama 2 menit 10 detik, jam 07.22 WIB

3.       PALANGKARAYA

 Durasi selama 2 menit 29 detik, jam 07.28 WIB

4.       PALU

 Durasi selama 2 menit 4 detik, jam 08.37 WITA

5.       TERNATE, etc

  Durasi selama 1 menit 9 detik, jam 09.51 WITA

Sumber : http://lipsus.kompas.com/gerhana/read/2016/03/09/11220461/Selama.Gerhana.Gempa.Terjadi.Dua.Kali

 

Gerhana Matahari Total Di Indonesia

Jumlah Turis Asing Pemburu Gerhana di Kalteng Lampaui Target

Jakarta – Setidaknya 1.000 wisatawan mancanegara datang ke Kalimantan Tengah dan mengikuti rangkaian acara gerhana matahari total di Palangkaraya. Jumlah ini melampaui target 700 turis asing yang diperkirakan sebelumnya oleh Pemprov Kalteng.

“Jumlah turis melampaui target kami,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah, Joel Tanggara saat dihubungi detikcom, Rabu (9/3/2016). “Mengingat akses ke Palangkaraya yang tidak semudah kota gerhana lain, jumlah ini sangat menggembirakan.”

Selain itu ada juga lebih dari 20 ribu wisatawan domestik yang datang. Jumlah itu, kata Joel, juga melebihi target yang semula cuma dipatok 10 ribu orang.

Palangkaraya dilewati gerhana matahari mulai pukul 06.23 WIB. Gerhana matahari total mencapai puncaknya pada 07.28 WIB dengan durasi 2 menit 29 detik.

Meski cuaca berawan, Joel mengatakan proses gerhana matahari total dapat dilihat dari awal hingga berakhir pada 08.26 WIB. Warga Kalteng dan turis berbaur di pusat acara gerhana di depan kantor Gubernur Kalteng dan Lapangan Mantikey.

“Jalan-jalan penuh bahkan orang-orang menonton gerhana ada di hampir semua bangunan tinggi di Palangkaraya,” kata Joel. Bahkan, kata dia, kru televisi Jepang, NHK, sampai memanjat tower TVRI setinggi 90 meter untuk merekam suasana gerhana di Palangkaraya.

Salah satu daya tarik acara gerhana di Palangkaraya adalah ritual Dayak Ngaju yang membuka rangkaian acara gerhana matahari total. Dilanjutkan dengan tari-tarian khas Kalteng. “Turis asing terlihat senang bahkan banyak minta berfoto bersama dengan pegiat kesenian kami,” ujarnya.

Yang paling menggembirakan, kata Joel, adalah ritual meramal usai gerhana oleh balian, yakni kaum tetua adat. “Mereka meramalkan hasil yang positif bahwa ke depan Kalteng akan lebih baik lagi,” kata Joel. Melihat animo turis yang datang hari ini, Joel mengatakan, pihaknya optimistis seperti ramalan adat tersebut.

Acara gerhana di Palangkaraya belum selesai meski fenomena alam langka itu sudah rampung pagi tadi. Malam ini akan ada pementasan kesenian dan pameran ekonomi kreatif di Bundaran Besar Palangkaraya.

Sumber : http://news.detik.com/berita/3161159/jumlah-turis-asing-pemburu-gerhana-di-kalteng-lampaui-target

 

Nyepi dan Salat Gerhana Berlangsung Harmonis di Bali

Jakarta – Perayaan Nyepi dan salat gerhana berjalan harmonis di Bali. 5000-an polisi menjaga perayaan keagamaan dan fenomena alam ini.

“Hari ini perayaan Nyepi yang mulai pukul 06.00 WITA tadi pagi tidak ada aktivitas di luar rumah. Walaupun bersamaan antara perayaan Nyepi dan salat gerhana yang dilaksanakan umat muslim, tadi pagi semua sudah disepakati bersama tidak boleh melintas banjar (desa-red) untuk menuju masjid dan ini juga berjalan aman,” demikian dikatakan Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto. Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (9/3/2016) ini, Hery menjelaskan rangkaian kegiatan Nyepi umat Hindu hari ini sudah didahului dengan upacara Melasti dan Mecaru, berlanjut dengan pengrupukan Ogoh-ogoh pada Selasa (8/3) malam kemarin.

“Acara melasti dan Ogoh-ogoh semua berjalan dengan aman dan tertib tidak ada kejadian menonjol,” jelas dia.

Anggota polisi yang dilibatkan untuk pengamanan Nyepi dan salat gerhana ini sebanyak 4.497 personel Polres dan 900 personel dari Polda Bali.

“Dan untuk giat pengamanan Nyepi semua standby di kantor kecuali para Bhabinkamtibmas yang berbaur dengan pecalang,” tandas dia.

Sumber : http://news.detik.com/berita/3161071/nyepi-dan-salat-gerhana-berlangsung-harmonis-di-bali

 

see you


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: